Karya: Adiguna Darmanto / X-2 / 02
Fahri seorang cowok remaja, yang sangat keren dibandingkan remaja seusianya yang lain. Dengan rambut yang berwarna hitam pekat, berkulit putih, dan tubuhnya sangat tinggi di bandingkan anak seusianya. Suatu hari Fahri bertemu dengan seorang anak perempuan, yang sangat cantik sedang bengong menunggu di pinggir jalan Garuda. Ia merasa penasaran dengan anak itu jadi ia menghampirinya dan mengajaknya bicara.
”Hai, kamu sedang apa melamun disini sendirian?”, kata Fahri dengan suara lembut.
Tiba-tiba saja anak perempuan itu lari seperti ketakutan. Fahri pun kebingungan dan langsung mengejarnya untuk meminta maaf telah menakutinya.
”Hei kamu, tunggu sebentar!”, teriak Fahri dengan suara lantang.
Tapi anak itu tetap berlari bahkan lebih kencang dari sebelumnya.
”(Apa aku berbuat salah, ya?)”, pikir Fahri.”Hei, aku bukan orang jahat, tunggu!”, teriak Fahri lagi.
Akhirnya anak perempuan itu membalikkan badannya dan membalas teriakan Fahri.
”Maaf, ya ! Aku sedang buru-buru. Aku tidak takut dengan kamu , tenang saja”,balas gadis itu dengan suara yang cukup lantang.
Seketika kemudian, anak itu lari dan berbelok menuju gang kecil, dan Fahri pun kehilangan jejaknya. Ia merasa sangat penasaran dengan anak perempuan itu.
Ia pulang kerumah dengam muka masam. Besok paginya ia pergi ke sekolah, sekolah nonor satu yang ada di kota Bandung ini, SMA Flamboyan Negeri IV, ia masih duduk di kelas X SMA. Sesampainya di sekolah ia terkejut, hampir seluruh murid di sekolah membicarakan tentang murid pindahan, yang kata mereka sangat cantik. Fahri merasa penasaran, tapi tidak sepenasaran dengan gadis yang dia temui kemarin. Jadi ia tidak terlalu memikirkannya dan langsung masuk ke kelas dan mulai melamun. Sampai-sampai dia tidak mendengarkan suara bel tanda pelajaran telah dimulai.
Fahri tersentak kaget ketika guru masuk dan memperkenalkan seorang murid baru.
”Ayo, perkenalkan dirimu pada teman-teman yang lainnya”, kata Pak Hery.
”Na. . .na. . nama saya Bella. Umur saya 16 tahun . Saya murid pindahan dari SMA Kusuma Negeri Bogor”, kata gadis itu.
”Suit. . . . suit. . . .suit., ada murid cantik jadi bisa lebih semangat belajar”, teriak salah seorang murid yang bernama Mike.
”Dasar mata keranjang, lihat murid yang cantik langsung semangat”, balas murid lainnya bernama Sarah.
”Sudah, sudah, jangan ribut lagi. Ayo Bella duduk di kursi yang kosong. Itu di sebelah Fahri saja”, perintah Pak Hery.
”Siap, pak”, jawab Bella.
Fahri tersentak kaget mendengar perintah Pak Hery itu.
”Wah! Senang, ya , jadi Fahri bisa duduk sama murid secantik Bella”, kata Mike.
”Ha..ha..ha...ha”,murid yang lain langsung tertawa.
“Sudah, sudah, jangan rebut lagi kita akan mulai pelajarannya. Ayo buka halaman 57”.ujar Pak Hery menenangkan keributan.
”Hai, aku Fahri, Kamu masih ingat aku kita bertemu kemarin di pinggir jalan, yang kamu langsung lari tiba-tiba”,bisik Fahri.
” Oh, hai Fahri, aku Bella. Aku ingat kamu, maaf yang kemarin aku tidak bermaksud kabur dari kamu”, jawab Bella.
”idak apa-apa, tenang saja, aku tidak tersinggung”, seru Fahri.
”erima kasih”,tukas Bella.
”Oh, ya, kamu kemarin kenapa lari ketika aku menghampirimu?”tanya Fahri.
”Oh, aku sedang buru-buru, mamaku sedang menunggu aku di dekat sana. Kami baru pindah kesini kemarin”,jawab Bella.
” OH”, jawab Fahri.
Selama sisa jam pelajaran mereka saling berdiam-diaman. Ketika bel tanda istirahat berbunyi, Fahri mulai mengajaknya bicara lagi.
“Bella kita makan di kantin sama-sama, kamu mau tidak?”tanya Fahri.
” Boleh”, jawab Bella singkat.
”Hai, Bella. Kenalkan nama aku Richard Mike sering dipanggil Mike saja.”,kata Mike tiba-tiba dari belakang.
”Oh, hallo Mike. Senan kenaln dengan kamu”kata Bella
”Begitu juga aku”, jawab Bella langsung.
”Waduh mulai lagi, jangan di anggap Bella. Oh ya, kenali nama aku Sarah. Salam kenal.”kata Sarah.
”Hai Sarah senang kenal dengan kamu”, kat Bella.
”Oh ya, gimana kalau kita makan dikantin sama-sama saja.”,kat Fahri.
”Boleh,boleh”,jawab Mike ,dan sarah serentak.
Merekapun segera ke kantin. Mereka duduk di kursi paling ujung dari kantin. Dan tiba-tiba seorang murid perempuan datang.
”Hai Fahri, Mike ,Sarah. Hai Bella aku Jessica. Aku boleh gabung tidak?” tanya seorang murid berambut panjang berwarna hitam pekat.
“Boleh, tentu saja boleh. Aku senang kalau bisa makan dengan banyak teman.Aku tidak menyangka bisa memiliki tema seperti kalian secepat ini. Biasanya aku sulit mendapatkan teman karena aku lebih suka berdiam diri.”, jawab Bella.
”Kalau begitu kami berbeda, dengan kami, kamu harus bisa banyak bicara. Kalu bisa kamu katakan semua yang kamu pikirkan, kalau kamu menghadapi suatu masalah kami pasti akan menolong semampu kami.”, Kata Fahri panjang lebar.
”Iya, santai saja Bella anggap saja kami itu keluarga kamu, jangan malu-malu kita-kan teman.” kata Mike.
”Wah kata-kata yang bagus, hebat kamu bisa mengungkapkan kata-kata yang bagus seperti itu”,kata Sarah.
”Terima kasih, ya”, seru Bella
”Sudah, sudah ayo kita pesan makanan, nanti keburu masuk!” kata Jessica.
Tiba-tiba Bella dan Fahri saling berhadapan dan wajah mereka langsung memerah, tapi tidak ada yang memperhatiaka. Beberapa saat kemudian penjaga kantin datang dengan membawa makanan yang telah mereka pesan. Sarah dan Mike memesan nasi goeng, Jessica memesan mie tumis, dan Bella serta Fahri memesan bakso.
“Ini makanan kalian selamat menikmati”, kata seorang pelayan sekaligus penjaga kantin.
”Ayo kita makan”, ajak Mike.
”Selamat makan”, Kata mereka serentak.
Selama makan siang, mereka mengobrol panjang lebar, milai dari alasan mengapa Bella pindah ke sekolah mereka, sampai hobi mereka masing-masing. Tapi sebagian besar pembicaraan dikatakan oleh Mike dan sangat diperhatikan dan dijwab oleh Jessica. Sedangkan Sarah, Bella dan Fahri kebanyakan hanya mendengarkan mereka berbicara. Tanpa terasa bel tanda pelajaran di mulai kembali berbunyi.
”Wah, ayo cepat kita ke kelas, habis ini pelajaran Pak Kasuari yang sangat galak dan menjengkelkan”,kata Mike.
”Tapi dia sangat baikan”,sergah Fahri.
”Iya sih”, kata Mike menyerah.
” Pak Kasuari?”tanya Bella bingung.
” OH, nama aslinya Pak Darma, tapi karena dia suka marah-marah tanpa alasan, dan sangat cerewt seperti burung kasuari, makanya murid-murid menjulukinya Pak Kasuari.”jelas Fahri.
”OH, tapi kalian tidak boleh ikut-ikutan mengejek beliau seperti itu”, kata Bella.
”maaf, Bella, tapi kami sudah biasa memanggilnya seperti itu”, kata Fahri
”Sudah, sudah, jangan bicara terus. Ayo kita cepat ke kelas nanti kena hukum!”seru Sarah.
”Ayo,ayo”jawab yang lain.
Mereka langsung bergegas menuju kelas.
”Untung Pak Kasuari belum masuk ya”, kata Sarah.
”Iya”, jawab yang lain.
Selama hampir 2 jam mereka mendengarkan penjelasan Pak Kasuari yang panjang sekaligus lebar itu. Sekitar sepuluh menit sebelum pulang, Pak Kasuari selaku walikelas mereka memberikan pengumuman mengenai lomba-lomba yang akan diadakan sekolah dalam memperingati hari Kartini.
”Anak-anak, dalam rangka memperingati kari Kartini satu bulan lagi sekolah kita mengadakan lomba-lomba yang wajib diikitu seluruh murid. Bagi yang sudah menentukan mau mengikuti lomba apa harap daftar kepada saya selaku walikelas kalian. Apakalian mengerti? Ya, saya rasa kalian pasti mengerti. Kalian-kan sudah SMA.”kat pak Kasuari panjang lebar.
” Yeah, ada lomba sepertinua bakalan asyik.”seru Mike.
” Oh, iya satu hal lagi, kita akan mengadakan lomba pasangan serasi, menurut kalian siapa yang cocok menjadi kandidatnya?” tanya pak Kasuari
”Bagaimana kalau Fahri dan Bella saja pak Mereka kelihatan sangat cocok”, seru Sarah.
”Baiklah sudah ditentukan bahwa Fahri dan Bella akan mengikuti lomba pasangan serasi, dan bapak harap jangan menolak, karena lomba ini wajib diikutu oleh seluruh siswa.” kata pak Kasuari.
”Yah pak, tanpa bapak minta pun mereka pasti setuju, iyakan Fahri, Bella?’ seru Mike.
”Yah sudah berarti sudah ditentukan bahwa lomba pasangan serasi Fahri dan Bella.”kata pak Kasuari.
”Wah kelihatanya ada pasangan baru di sekilah ini”, seru Jessica.
Dengan kata-kata ini wajah Fahri dan Bella berubah merah dan tampak sangat malu karena murid- murid lain menyoraki mereka.
”Sudah, sudah, lebih baik sekarang kta berdoa sebelum kita pulang.”ajak pak Kasuari.
Setelah selesai berdoa mereka pulang. Fahri pun langsung mengajak Bella pulang bersama, tetapi Bella menolak dengan alasan sudah dijemput orangtuanya.
Sesampainya dirumah Fahri langsung masuk ke dalam kamrnya dan mulai melamun tidak sabar menunggu besok untuk bertemu Bella lagi. Tanpa sadar ternyata hari perlombaan itu sama dengan hari ulang tahunnya yang ke-16. Iya sudah merasa yakin kalau dia suka dengan Bella, jadi dia berencana menyiapkan sebuah pesta makn malam setelah lonba berlangsung, dan mengajaknya menjadi pacarnya disana.
Fahri pun sdar bahwa Bella, kemungkinan besar akan menolaknya, jadi dia menghubungi Mike, Sarah , dan Jessica untuk membantunya, dan ia langsung menghubungi Bella untuk mengajaknya, dan Bella pun setuju. Keesokan harinya Fahri pagi-pagi sudah sampai di sekolah. Dia mengajak Bella pergi mencari pakaian untuk lomba, hari minggu depan.
“ Bella,aku ingin mengajak kamu mencari pakaian untuk lomba nanti, kamu ada waktu tidak?” tanya Fahri.
“OH, aku ada waktu kok. Kapan kita pergi?”kata Bella.
”Bagaimana kalu hari minggu depan?”ajak Fahri.
”Aku bisa kok, dimana ketemuannya?” tanya Bella.
”Bagaimana kalau aku jemput ke rumah kamu”,jawab Fahri.
”Boleh, tapi kita ajak Mike, Sarah dan Jessica juga ya?” tanya Bella.
”Ya, bolehlah, sebagai ahli pengamat baju buat kita, ha. . .ha. . .ha. . .”,kata Fahri.
”Ha. . .ha. . . .ha. . . ., boleh juga mereka bisa bantu kita milih pakaian apa yang pantas kita pakai nanti”, seru Bella.
”Yah sudah, ayo kita ke kela”, ajak Fahri.
”ayo”, jawab Bella.
Fahri langsung mengajak Mike, Sarah dan Jessica sesampainya di kelas, dan mereka langsung stuju. Fahri begitu tudak sabar menunggu hari minggu depan. Selama sepuluh hari kedepan Fahri terus mendekati Bella dan Bella meresponnya. Fahri berpikir sepertinya Bella memiliki perasaan yang sama dengan yang Fahri miliki ketika bersama Bella.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, dari pagi Fahri terus memilih baju apa yang dia akan pakai, setelah dua jam memilih akhirnya Fahri memilih sebuah kaos putih yang bermotif gambar naga dan sebuah celan jeans. Ia pu langsung pergi menjemput Bella puku 10.
”Hai Bella, Wow, kamu terlihat berbeda dari biasanya” rayu Fahri.
”Ah, masa, aku salah paki baju ya, tidak cocok, ya? Aku jadi terlihat aneh, ya? Tanya Bella.
”Tidak Bella, kamu terlihat cantik, malah sangat cantik beda dari tampilanmu yang biasanya ” seru Fahri.
”Terima kasih”, kata Bella.
”Ya sudah, ayo silahkan masuk ke mobil tuan putri”,rayu Fahri sekali lagi.
”Terima kasih, Fahri”, kata Bella.
”Oke, ayo kita jemput Mike, Sarah, bari Jessica, bagaimana menurutmu, Bella”,tanya Fahri.
”Oke, ayo kita jalan”, jawab Bella.
Setelah menjemput seluruh temannya, mereka pergi ke sebuah butik yang cukup besar tanpa papan nama. Selama kurang lebih 1 jam mereka memilih baju yang cocok di pakai oleh Fahri dan Bella, tetapi tidak ketemu, jadi mereka berpindah kebutik lain yang lebih kecil. Selama berjam-jam mereka kembali memilih pakaian yang bagus, akhirnya mereka menemukanbaju, celana, sepatu, dan aksesoris lainnya yang akn dipakai oleh Fahri dan Bella untuk lomba nanti.
”oke, sangat cocok”, kata Mike.
”Iya kalian kelihatan serasi”, kataSarah.
”Iya, iya seperti Romeo dan Juliet saja, kalian sangat cocok, sangat serasi”, tambah Jessica.
”Oke, kami beli yang ini sesuai perkataan kalian, kalau kami telihat cocok kami harus membelinya”, kata Fahri.
Dengan perasaan senang bercampur malu mereka pulang kerumah masing-masing, dan Fahri mengantarkan Bella pulang yang paling terakhir.
”Selamat malam, Bella”, kataFahri.
”Selamat malam juga, Fahri. Hati-hati dijalan, jangan kebut-kebutan”, perintah Bella.
”Baik, Nyonya muda semua perintahmu akan hamba turuti”, kata Fahri dengan nada bercanda.
”Ha...ha...ha...”,tawa Bella.
“Ya sudah, aku pulang dulu, ya! ”, kata Fahri.
Dengan perasaan senang Fahri pulang ke rumah, dan sesampainya di rumah ia lengsung mandi, dan masuk kedalam kamar. Dikuncinya kamarnya rapat-rapat. Seketika itu dia langsung menghubungi Bella, selama berjam-jam mereka mengobrol di telepon sampai larut malam.
”Oke, ini sudah larut malam selamt tidur, ya, tuan puteriku yang cantik”,rayu Fahri.
”Baiklah, sampai ketemu besok di sekolah, selamat malam”, kata Bella.
”Semoga mimpi indah ya”, kata Fahri.
”Terima kasih”, jawab Bella.
Dengan perkataan ini, setiap pagi Fahri selalu menunggu Bella di depan gerbang sekolah dan berbincang-bincang dengannya, dan malamnya mereka selalu mengobrol lewat telepon sampai larut malam. Tanpa terasa hari perlombaan dan hari yang paling ditunggu-tunggu pun tiba.
”Baiklah, dan sekarang giliran pasangan kita dari kelas X.2 kita panggil, Fahri dan Bella”,teriak pak Heri sebagai pembawa acara perlombaan pasangan serasi tersebut.
Akhirnya giliran Fahri dan Bella pun tiba, Fahri dengan kemeja batik cokelat, celana panjang hitam, dan sepatu kulit hitamnya muncul dari sebelah kanan panggung, dan disaat bersamaan Bella muncul dari arah sebelah kri panggung dengan pakaian kebaya putihnya, serta rok batik yang panjang sampai batas sepatu hak tinggi hitamnya. Mereka berjalan dengan luwes dan lincah membuat semua orang terkagum-kagum melihatnya. Bahkan hampir seluruh murid menyoraki mereka.
”Wah, mereka terlihat sangat serasi, jadi iri”,kata salah seorang murid.
”Wah, yang perempuan cantik, yang laki-laki tampan. Benar-benar pasangan yang ideal”, kata murid lainnya.
Muka Fahri dan Bella serentak memerah, tpai mereka tetap melangkah menyusuri panggung dengan anggun dan memesona. Bella merangkul tangan Fahri, dan Fahri terlihat sangat senang. Di depan dewan juri Fahri bersujud menghadap Bella dan mencium tangannya. Lalu Bella mendirikan Fahri dan mereka membungkuk memberi hormat kepada dewan juri. Lalu mereka kembali menyusuri panggung itu dan menghilang di belakang panggung.
Akhirnya seluruh peserta telah menunjukkan kebolehan mereka, dan sekarang ssatnya pak Heri memberi tahukan pemenang peserta lomba. Seluruh peserta lomba memasuki panggung dan berbari di belakang Pak Heri. Juara ketiga di menagkan oleh pasangan dari kelas XII IPA 1, dan juara kedua di menangakan oleh pasangan dari kelas XII IPS 3, dan sekarang adalah saatnya penyampaian pemenang pertama.
”Dan juara pertama di menagkan oleh peserta dengan nomor urut 7, Fahri dan Bella dari kelas X-2”, teriak pak Heri dengan kencang.
”Wah, aku tidak menyangka kita bisa menang”, kata Bella.
”Aku juga tidak menyangka”, kata Fahri.
”Selamat bagi para pemenang, bagi para pemenang tolong berdiri di samping saya”, perintah pak Heri.
”Wah, selamat, ya!”, teriak sebagian besar murid.
Fahri dan Bela maju ke samping pak Heri, mereka merasa sangat senag sekaligus malu, semua murid menyoraki mereka. Mereka mendapatka sebuah piala yang cukup besar di bandingkan pemenang yang lain. Tapi pikiran Fahri tetap pada rencananya untuk menembak Bella nanti malam. Seusai perlombaan Fahri menghampiri Mike, Sarah, dan Jessica.
“Hai semua!”seru Fahri.
“Wah, selamat ya Fahri, Bella, kalian benar-benar serasi”, kata Mike.
”Iya sangat pantas menjadi pemenang”,lanjut Jessica.
”Iya, selamat, ya!”kata Sarah.
”Terima kasih”, jawab Fahri dan Bella serentak.
”Oh, iya kalian tidak lupakan, hari ini hari ulang tahun-ku”,seru Fahri.
”Tentu saja kami tidak lupa”, jawab mereka serentak.
”Sesuai rencana aku akan mengajak kalian makan malam, nanti malam pukul 7, di rumah makan Golden Glamour , jangan sampai terlambat, ya”,kata Fahri.
”Oke”, jawab mereka serentak kembali.
”Kalau begitu kami pulang duluan, ya kami ingi siap-siap”,kata Bella.
”Oke, sampai ketemu nanti malam”,kata Fahri.
Fahri cepat-cepat pulang kerumah mandi dan mengenakan kemeja putih, celana panjang hitam, sepatu kulit hitam, dan sebuah jas berwarna hitam pekat. Pukul 5 sore ia langsung pamitan denga orangtuanya dan pergi mengambil kue. Setelah itu ia langsung menuju rumah makn yang telah ditentukan. Ia datang 30 menit lebih cepat dari waktu janjian. Fahri langsung meminta pelayan restauran untuk menyiapkan segala barang yang di perlikan.
Akhirnya jam menunjukkan pukul 7 dan Fahri mendengar suara mobil dari arah depan rumah makan, Bella dan teman-teman yang lain telah datang . Ketika mereka masuk kertas bertebaran di mana-mana.
”Wah”, teriak Mike.
”Selamat datang, maaf membuat kalian terkejut”, seru Fahri
”selamat ulang tahun, ya Fahri, semoga panjang umur, bahagia selalu”, kata Bella.
”Ini hadiah dari kami”,kata Mike.
”Terima kasih, Ayo kita duduk”,ajak Fahri.
Mereka duduk, dan memesan makan. Tiba-tiba seorang pelayan datang sambil membawa kue dengan lilin berbentuk nomor 16 diatasnya. Mike, Bella,Sarah, dan Jessica langsung menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Fahri, lalu Fahri meniup lilinnya, dan memotong kuenya.
”Ayo, potongan pertama untuk siapa?”tanya Mike.
“Ini untuk kamu Bella”, kata Fahri malu-malu.
“Terima Kasih”, kata Bella.
Selanjutnya Fahri memberikan potongan-potonagnkue lainnya untuk teman-temannya yang lain. Selama menunggu hidangan yang belum datang mereka berkaraoke, pertama Mike yang menyanyi, selanjutnya Sarah, Jessica, Bella, dan yang terakhir Fahri. Akhirnya Hidangan telah disajikan dan mereka makan dengan lahapnya. Di tengah-tengah waktu menyantap hidangan, Fahri mengajak Bella ke luar, dan Bella mengikutinya. Di tengah gelapnya malam yang diterangi api lilin, Fahri mengatakan:
”Bella, a. . .aku.. . .aku”,gagap Fahri.
”Kamu kenapa Fahri, kamu sakit?”tanya Bella.
”Tidak, aku baik-baik saja”,jawab Fahri.
”Jadi kamu kenapa?”tanya Bella bingung.
”Aku ingi mengatakan kalu aku suka sama kamu”, kata Fahri.
Bella pun tersentak kaget dan mukanya memerah dan tiba-tiba Fahri bersujud dan mengatakan:
”Bella, Maukah kamu menjadi pacar aku?” tanya Fahri
Tiba-tiba Mike, Sarah, dan Jessica berteriak di belakang mereka.
”Terima. . . terima. . . .terima. . . .”teriak mereka bersamaan.
Bella pun diam dan berpikir sejenak, ia merasa ini seperti mimpi orang yang ia suka menyatakan cinta kepadanya.
“Aku. . .Aku. . .aku bersedia jadi pacar kamu.” Kata Bella denga suara yang cukup keras untuk didengar tyemannya yang lain
Dan dengan kata-kata Bella tadi , berbagai jenis kembang api dari berbagai arah meluncur di atas kepala mereka dan menghiasi langit yang gelap itu..
~Tamat~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
Mengenai Saya
- X2 cReWsS
- Ini blog yang dikelola bersama untuk menjalin kebersamaan antara satu anggota kelas dengan anggota yang lainnya. Serta di sini kami ingin berbagi segala hal yang kami lakukan setiap harinya. Semga apa yang kami tulis di sini memberi inspirasi bagi anda. Tuhan memberkati! ^^






Tidak ada komentar:
Posting Komentar